RSS

Isi/ Muatan Kurikulum Pendidikan Guru

24 Okt
  1. PENDAHULUAN

Dalam dunia pendidikan guru mempunyai peranan yang sangat penting dalam pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan. Profesi guru mampunyai tugas untuk mendidik, mengajar dan melatih. Mendidik berarti meneruskan dan mengembangkan nilai-nilai hidup, mengajar berarti meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan, melatih berarti mengembangkan keterampilan-keterampilan pada siswa. Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab tersebut, seorang guru dituntut memiliki beberapa kemampuan dan keterampilan tertentu. Kemampuan dan keterampilan tersebut sebagai bagian dari kompetensi profesionalisme guru. Kompetensi merupakan suatu kemampuan yang mutlak dimiliki oleh guru agar tugasnya sebagai pendidik dapat terlaksana dengan baik. Oleh sebab itu, tugas yang berat dari seorang guru ini pada dasarnya hanya dapat dilaksanakan oleh guru yang memiliki kompetensi profesional yang tinggi.

Menjadi guru tanpa motivasi kerja akan cepat merasa jenuh karena tidak adanya unsur pendorong. Motivasi mempersoalkan bagaimana caranya gairah kerja guru agar guru mau bekerja keras dengan menyumbangkan segenap kemampuan, pikiran, keterampilan untuk mewujudkan tujuan pendidikan. Guru menjadi seorang pendidik karena adanya motivasi untuk mendidik. Bila tidak punya motivasi maka ia tidak akan berhasil untuk mendidik atau jika dia mengajar karena terpaksa saja karena tidak ada kemauan yang berasal dari dalam diri guru.

B.     KARAKTERISTIK KURIKULUM PENDIDIKAN GURU

Berdasarkan landasan pengembangan kurikulum, kurikulum program studi kependidikan memiliki karakteristik sebagai berikut:

  1. Struktur kurikulum terdiri atas kurikulum inti (KI) mencakup disiplin ilmu pendidikan dan kurikulum pilihan (KP) terdiri atas mata kuliah atau konten yang dipilih berdasarkan kebutuhan peserta didik untuk memperkuat dan memperdalam bidang studi yang akan diajarkan (content knowledge) dan bidang pembelajaran yang lebih spesifik yang dapat memperkaya pengetahuan peserta didik terhadap pengetahuan dan keterampilan metodologi pembelajaran bidang studi. KP lebih bersifat perluasan dan penguatan dan pemilihan serta pengembangannya didasarkan pada perkembangan dalam bidang keilmuan yang bersangkutan serta kebutuhan peserta didik.
  2. Kurikulum menganut asas dan prinsip fleksibilitas baik secara horizontal maupun vertikal dengan memperhatikan kecenderungan global, mengantisipasi persaingan nasional dan global serta mengantisipasi mobilitas dan keragaman minat dan kebutuhan.
  3. Kurikulum lebih berbasis universitas dan sekolah.
  4. Kurikulum berbasis kompetensi, yakni penguasaan yang utuh terhadap disiplin ilmu pendidikan.
  5. Kurikulum menggambarkan kesatuan utuh antara penguasaan bidang studi (content knowledge) dan penguasaan teori – teori kependidikan yang diimplementasikan dalam pengetahuan dan keterampilan belajar dan pembelajaran bidang studi yang dilandasi oleh sikap dan perilaku yang melekat pada diri seorang tenaga pendidik dan kependidikan.
  6. Kurikulum mewadahi keterpaduan antara teori dan metode dalam seleksi dan organisasi konten kurikulumnya
  7. Kurikulum dikembangkan berdasarkan kajian terhadap praktek pembelajaran nyata dikelas dengan berbagai aspek secara kontekstual
  8. Kurikulum menerapkan keterpaduan diantara sosok utuh disiplin pendidikan
  9. Kurikulum juga berbasis topik inti dari disiplin ilmu terkait.

C.    ISI/ MUATAN KURIKULUM PENDIDIKAN GURU

Berdasarkan keputusan senat akademik universitas pendidikan Indonesia no.171/senat Akd./ UPI-TU/V/2006 tentang ketentuan pokok pengembangan kurikulum universitas pendidikan Indonesia pasal 9 ayat 1 bagian b menyatakan mata kuliah profesi (MKP) adalah kelompok mata kuliah pada program studi tenaga kependidikan yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan profesi dan terdiri atas kelompok mata kuliah dasar profesi (MKDP), mata kuliah keahlian profesi (MKKP) dan mata kuliah latihan profesi (MKLP). Pada pasal 12 dinyatakan bahwa MKP program kependidikan guru dengan jumlah sks sebanyak 28 sks, terdiri dari:

1. MKDP untuk kependidikan guru sebanyak 12 sks, yaitu;

-          Landasan pendidikan                                            2 sks

-          Perkembangan peserta didik                                 2 sks

-          Bimbingan dan konseling                                     3 sks

-          Kurikulum dan pembelajaran                                3 sks

-          Pengelolaan pendidikan                                        2 sks

2. MKKP bidang studi untuk kependidikan guru sebanyak 12 sks

-          Belajar dan pembelajaran bidang studi                 2 sks

-          Evaluasi pembelajaran bidang studi                      2 sks

-          Perencanaan pembelajaran bidang studi               2 sks

-          Media pembelajaran bidang studi                         3 sks

-          Metode penelitian pendidikan bidang studi         3 sks

3. MKP bidang studi sebanyak 4sks

-          Program latihan profesi (PLP)                              4sks

Penjelasan

1.      Mata kuliah MKDP

a.      Landasan Pendidikan

Landasan Pendidikan diperlukan dalam dunia pendidikan khususnya di negara kita Indonesia,agar pendidikan yang sedang berlangsung dinegara kita ini mempunyai pondasi atau pijakan yang sangat kuat karena pendidikan di setiap negara tidak sama. Untuk negara kita diperlukan landasan pendidikan berupa landasan hukum, landasan filsafat, landasan sejarah, landasan sosial  budaya, landasan psikologi, dan landasan ekonomi. Oleh karena itu, tujuan dari matakuliah landasan pendidikan adalah meningkatkan wawasan mahasiswa tentang konsep, fungsi dan jenis-jenis landasan pendidikan, serta mampu mengaplikasikannya dalam rangka studi dan praktek pendidikan di sekolah dan luar sekolah. Mata kuliah landasan pendidikan mendeskripsikan tentang konsep landasan dan landasan pendidikan, konsep manusia, konsep pendidikan, landasan filosofis pendidikan, landasan psikologis pendidikan, landasan sosiologis dan atrofologis pendidikan, pendidikan, landasan historis pendidikan, dan landasan yuridis pendidikan.

b.      Perkembangan Peserta Didik

Perkembangan dapat diartikan sebagai perubahan yang sistematis, progresif dan berkesinambungan dalam diri individu sejak lahir hingga akhir hayatnya atau dapat diartikan pula sebagai perubahan – perubahan yang dialami individu menuju tingkat kedewasaan atau kematangannya. Oleh karena itu, tujuan dan deskripsi matakuliah ini adalah mengembangkan kemampuan dalam menjelaskan konsep/istilah perkembangan dan pertumbuhan; faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan; periode anak, perkembangan aspek fisik jasmaniah; perkembangan kejiwaan, yang menyangkut perkembangan pencerapan, perkembangan fantasi, pikiran, perasaan, dan kemauan; penjelasan tentang konsep remaja, pertumbuhan, dan perkembangannya; pertumbuhan dalam masa remaja; perkembangan sosial dalam masa remaja; karakteristik remaja usia sekolah menengah; kebutuhan-kebutuhan remaja; perbedaan individual dalam perkembangan; dan implikasi perbedaan individual terhadap penyelenggaraan pendidikan.

c.       Bimbingan dan Konseling

Dasar pemikiran penyelenggaraan bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah, bukan semata-mata terletak pada ada atau tidak adanya landasan hukum (perundang-undangan) atau ketentuan dari atas, namun yang lebih penting adalah menyangkut upaya memfasilitasi peserta didik yang disebut konseli, agar siswa mampu mengembangkan potensi dirinya atau mencapai tugas-tugas perkembangannya (menyangkut aspek fisik, emosi, intelektual, sosial, dan moral-spiritual). Konseli sebagai seorang individu yang sedang berada dalam proses berkembang atau menjadi (on becoming), yaitu berkembang ke arah kematangan atau kemandirian. Untuk mencapai kematangan tersebut, konseli memerlukan bimbingan karena mereka masih kurang memiliki pemahaman atau wawasan tentang dirinya dan lingkungannya, juga pengalaman dalam menentukan arah kehidupannya. Implementasi bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah diorientasikan kepada upaya memfasilitasi perkembangan potensi konseli, yang meliputi aspek pribadi, sosial, belajar, dan karir; atau terkait dengan pengembangan pribadi konseli sebagai makhluk yang berdimensi biopsikososiospiritual (biologis, psikis, sosial, dan spiritual). Jadi, Bimbingan dan Konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik secara perorangan maupun kelompok, agar mampu mandiri dan berkembang secara optimal, dalam bidang pengembangan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kemampuan belajar, dan perencanaan karir, melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung, berdasarkan norma-norma yang berlaku. Oleh karena itu, tujuan matakuliah bimbingan dan konseling adalah agar mahasiswa dapat menjelaskan hakekat bimbingan konseling, memahami cara membimbing dan karakteristik siswa, memahami dan dapat melaksanakan bimbingan pribadi, social terintegrasi dalam pembelajaran secara aktif, dapat mengelola bimbingan dan konseling secara aktif, dan deskripsi dari matakuliah ini adalah tentang hakekat bimbingan dan konseling, pemahaman peserta didik, bimbingan pribadi-sosial, bimbingan belajar, bimbingan karier, dan manajemen bimbingan dan konseling.

d.      Kurikulum Dan Pembelajaran

Kurikulum merupakan rencana tertulis berisi tentang ide – ide dan gagasan – gagasan yang dirumuskan oleh pengembang kurikulum. Rencana tertulis itu kemudian menjadi dokumen kurikulum yang membentuk  suatu system kurikulum yang terdiri dari komponen – komponen yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi satu sama lain. Komponen – komponen yang membentuk system kurikulum selanjutnya melahirkan system pembelajaran, dan system pembelajaran itulah yang menjadi pedoman guru dalam pengelolaan proses belajar mengajar didalam kelas. Dengan demikian dapat dikatakan system pembelajaran merupakan pengembangan dari system kurikulum yang digunakan. Jadi kurikulum dan pembelajaran  merupakan dua hal yang tidak terpisahkan walaupun keduanya memiliki posisi yang berbeda. Oleh karena itu, tujuan dan deskripsi mata kuliah kurikulum dan pembelajaran adalah membekali mahasiswa calon tenaga kependidikan dengan pemahaman dan wawasan tentang konsep-konsep dan hal yang bersifat praktis yang berhubungan dengan Kurikulum dan pembelajaran dan dapat mengaplikasikannya dalam bidang pendidikan.

e.       Pengelolaan Pendidikan

Untuk melaksanakan tugas dalam meningkatkan mutu pendidikan maka diadakan proses belajar mengajar, guru merupakan figur sentral dan di tangan gurulah terletak kemungkinan berhasil atau tidaknya pencapaian tujuan belajar mengajar di sekolah. Oleh karena itu tugas dan peran guru bukan saja mendidik, mengajar dan melatih tetapi juga bagaimana guru dapat membaca situasi kelas dan kondisi siswanya dalam menerima pelajaran. Untuk meningkatkan peranan guru dalam proses belajar mengajar dan hasil belajar siswa, maka guru diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan akan mampu mengelola kelas, karena kelas merupakan lingkungan belajar serta merupakan suatu aspek dari lingkungan sekolah yang perlu diorganisir. Lingkungan ini perlu diatur dan diawasi agar kegiatan-kegiatan belajar terarah kepada tujuan-tujuan pendidikan. Lingkungan yang baik ialah yang bersifat menantang dan merangsang siswa untuk belajar, memberikan rasa aman dan kepuasan dalam mencapai hasil belajar yang diharapkan. Oleh karena itu, tujuan mata kuliah pengelolaan pendidikan adalah memfasilitasi mahasiswa untuk memiliki pemahaman yang mendalam mengenai konsep dasar, fungsi dan peranan, proses dan prosedur, serta bidang-bidang garapan pengelolaan pendidikan di tingkat mikro (persekolahan), messo (kabupaten/kota), dan makro (nasional). Jadi, mata kuliah ini memberikan dasar pemikiran dan langkah-langkah (prosedur) operasional dalam mengelola pendidikan, khususnya satuan pendidikan (sekolah).

2.      MKKP Bidang Studi

a.      Belajar dan Pembelajaran Bidang Studi

Belajar pada esensinya dilakukan oleh semua makhluk hidup, mulai dari bentuk kehidupan yang paling simpel sampai dengan yang paling kompleks. Bagi manusia, belajar merupakan proses manusia untuk mencapai berbagai macam kemampuan, ketrampilan, dan sikap. Kemampuan manusia untuk belajar merupakan karakteristik penting yang membedakan manusia dengan makhluk hidup lainnya. Belajar mempunyai faedah dan manfaat bagi individu manusia itu sendiri maupun bagi masyarakat lingkungannya. Bagi individu, kemampuan untuk belajar secara terus menerus akan memberikan kontribusi terhadap pengembangan kualitas hidupnya. Sedangkan bagi masyarakat, belajar mempunyai peran yang sangat vital dalam mentranfer budaya dan nilai moral serta pengetahuan dari generasi ke generasi. Oleh karena itu, mata kuliah belajar dan pembelajaran bidang studi bertujuan untuk membekali mahasiswa memperoleh wawasan yang luas tentang konsep belajar dan pembelajaran khususnya pembelajaran konsentrasi bidang studinya, selaras dengan kompetensi yang diharapkan tersebut, maka kajian dalam kegiatan perkuliahan ini membahas teori belajar dan filosofi pembelajaran, standar isi (kurikulum) yang relevan dengan tuntutan Standar Nasional Pendidikan, pengelolaan pembelajaran (menentukan dan memilih strategi, pendekatan, metoda, dan mengembangkan model pembelajaran memahami komponen-komponen pengelolaan kelas dan interaksi belajar mengajar). Jadi tujuan mata kuliah ini adalah agar mahasiswa memiliki wawasan dan pengetahuan yang mendalam mengenai strategi, pendekatan, metoda, dan model-model pembelajaran. Jadi, deskripsi mata kuliah ini adalah tentang teori belajar dan filosofi pembelajaran sesuai dengan bidang studi, standar isi (kurikulum) yang relevan dengan tuntutan Standar Nasional Pendidikan, pengelolaan pembelajaran (menentukan dan mencoba strategi, pendekatan, metoda, dan mengembangkan model pembelajaran sesuai bidang stdudi), menerapkan komponen-komponen pengelolaan kelas dan interaksi belajar mengajar.

b.      Evaluasi Pembelajaran Bidang Studi                     

Evaluasi memiliki dua karakteristik yaitu evaluasi merupakan suatu proses dan evaluasi berhubungan dengan pemberian nilai. Jadi, evaluasi dilakukan untuk melihat sejauh mana keberhasilan pencapaian pembelajaran yang telah ditentukan. Oleh karena itu, tujuan dari matakuliah ini adalah agar mahasiswa mampu menjelaskan pengertian evaluasi, tujuan dan kegunaan evaluasi pembelajaran, sasaran pokok evaluasi, prosedur evaluasi, pendeketan evaluasi, pengolahan hasil pengukuran, perencanaan tes, persiapan dan pelakasanaan tes sesuai bidang studi, teknik remedial dan dapat menerapkannya pada program latihan profesi.

c.       Perencanaan Pembelajaran Bidang Studi 

Perencanaan pembelajaran pada dasarnya adalah proses menerjemahkan kurikulum yang berlaku menjadi program – program pembelajaran. Ada beberapa program yang harus dipersiapkan guru sebagai proses penerjemahan kurikulum yakni progam menyusun alokasi waktu, progam tahunan, program semester, silabus dan program harian atau rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Oleh karena itu, tujuan mata kuliah perencanaan pembelajaran bidang studi adalah agar mahasiswa memiliki kompetensi mengenai perencanaan pengajaran, pengembangan wawasan, pengetahuan, dan kemampuan analisis serta keterampilan dalam bidang kependidikan. Jadi, deskripsi mata kuliah perencanaan pembelajaran bidang studi adalah analisis kurikulum; penyusunan silabus mata pelajaran; konsep dan model-model perencanaan/ desain pembelajaran; penyusunan desain pembelajaran untuk materi teori; penyusunan desain pembelajaran untuk materi praktek; penggunaan instrumen penilaian kompetensi guru (IPKG) untuk desain pembelajaran; penggunaan instrumen penilaian kompetensi guru (IPKG) untuk penampilan mengajar berdasarkan desain pembelajaran yang telah dibuat; simulasi mengajar berdasarkan RPP yang telah dirancang.

d.      Media Pembelajaran Bidang Studi

Media pembelajaran adalah sebuah alat yang berfungsi untuk menyampaikan pesan pembelajaran. Pembelajaran adalah sebuah proses komunikasi antara pembelajar, pengajar dan bahan ajar. Komunikasi tidak akan berjalan tanpa bantuan sarana penyampai pesan atau media. Penggunaan media mempunyai tujuan memberikan motivasi kepada pembelajar dan merangsang pembelajar mengingat apa yang sudah dipelajari selain memberikan rangsangan belajar baru. Media yang baik juga akan mengaktifkan pembelajar dalam memberikan tanggapan, umpan balik. Oleh karena itu, tujuan mata kuliah media pembelajaran bidang studi adalah agar mahasiswa memahami dasar tentang media pembelajaran dan memiliki pengetahuan konseptual serta memiliki sikap positif untuk mengembangkan media pembelajaran sesuai dengan bidang studi yang digeluti.

e.       Metode Penelitian Pendidikan Bidang Studi

Penelitian pendidikan pada umumnya mengandung dua ciri pokok, yaitu logika dan pengamatan empiris (Babbie, 1986:16). Kedua ciri pokok penelitian tersebut harus dipakai dengan konsisten, artinya dua unsur itu harus memiliki hubungan fungsional – logis. Dalam hal ini logika merujuk kepada pemahaman terhadap teori yang digunakan dan asumsi dasar yang digunakan oleh peneliti ketika akan memulai kegiatan penelitian. Di samping itu pengamatan empiris bertolak dari hasil kerja indera manusia dalam melaksanakan observasi dan kekuatan pemahaman manusia terhadap data-data lapangan. Kegiatan antara penggunaan logika dan pengamatan empirik harus berjalan konsisten artinya kedua unsur (logika dan pengamatan empiris) harus memiliki keterpaduan dan memungkinkan terjadi dialog intensif. Dengan demikian pengamatan empiris harus dilakukan sesuai dengan pertimbangan logis yang ada. Oleh karena itu, tujuan mata kuliah metode penelitian pendidikan bidang studi ini adalah agar mahasiswa dapat menjelaskan fase pencarian kebenaran; pengertian, ruang lingkup, tujuan penelitian pendidikan; metode berfikir ilmiah; jenis, komponen, dan langkah-langkah penelitian; masalah, teori, konsep, variabel, asumsi, hipotesis, dan data penelitian; langkah-langkah penyusunan latar belakang masalah; langkah-langkah penyusunan kerangka teoretis; subjek, objek, sumber data, populasi dan sampelnya; instrumen penelitian dan langkah – langkah penyusunannya; teknik pengolahan data kuantitatif; teknik penyusunan proposal (rencana/usulan) penelitian; dan langkah-langkah penyusunan laporan peneltian.

3.      MKP Bidang Studi

a.      Program Latihan Profesi (PLP)     

Pendidikan harus mampu menghasilkan anak didik yang berpengetahuan, beretika moral, beriman dan bertakwa. Seorang pendidik harus mampu mengembangkan dan mengarahkan potensi anak didik. Dengan PLP di harapkan para mahasiswa pendidikan/ keguruan dapat lebih memantapkan lagi keprofesionalannya dalam mengajar. Selain itu PLP juga dapat membantu mahasiswa pendiidkan/ keguruan melihat secara langsung realitas kasus yang ada di lapangan, dan diharapkan juga mahasiswa mampu mengenal bagaimana kondisi sekolah, sosok seorang guru, karakter siswa, dan mampu menyelesaikan permasalahan tersebut.

D.    PROGRAM PENDDIKAN PROFESI GURU (PPG)

Program Pendidikan Profesi Guru Pra Jabatan yang selanjutnya disebut Program PPG adalah program pendidikan yang diselenggarakan untuk mempersiapkan lulusan S-1 Kependidikan dan S-1/D-IV Non Kependidikan agar menguasai kompetensi guru secara utuh sesuai dengan standar nasional pendidikan yang sesuai dengan Permendiknas No. 8 Tahun 2009 tentang PPG. Tujuan program PPG adalah untuk menghasilkan calon guru yang memiliki kompetensi dalam merencanakan, melaksanakan, dan menilai pembelajaran; menindaklanjuti hasil penilaian dengan melakukan pembimbingan, dan pelatihan peserta didik; mampu melakukan penelitian dan mengembangkan profesionalitas secara berkelanjutan. Program PPG diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang memiliki lembaga pendidikan tenaga kependidikan yang memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  1. Memiliki program studi kependidikan strata satu (S1) yang: sama dengan program PPG yang akan diselenggarakan; terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dengan nilai minimal B; memiliki dosen tetap sekurang-kurangnya 2 (dua) orang berkualifikasi doktor (S3) dengan jabatan akademik minimal Lektor, dan 4 (empat) orang berkualifikasi Magister (S2) dengan jabatan akademik minimal Lektor Kepala berlatar belakang pendidikan sama dan/atau sesuai dengan program PPG yang akan diselenggarakan, minimal salah satu latar belakang strata pendidikan setiap dosen tersebut adalah bidang kependidikan.
  2. Memiliki sarana dan prasarana yang memenuhi persyaratan untuk menunjang penyelenggaraan program PPG.
  3. Memiliki program peningkatan dan pengembangan aktivitas instruksional atau yang sejenis dan berfungsi efektif.
  4. Memiliki program dan jaringan kemitraan dengan sekolah-sekolah mitra terakreditasi minimal B dan memenuhi persyaratan untuk pelaksanaan program pengalaman lapangan (PPL).
  5. Memiliki laporan evaluasi diri dan penjaminan mutu berdasar fakta, sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun terakhir.

Bila belum ada program studi yang terakreditasi atau dalam hal belum ada program studi yang sesuai dengan mata pelajaran di satuan pendidikan dasar dan menengah, maka Menteri dapat menetapkan perguruan tinggi penyelenggara PPG untuk bekerjasama dengan perguruan tinggi yang memiliki sumber daya yang relevan dengan program studi tersebut. Bila hal tidak ada LPTK yang menyelenggarakan program studi tertentu yang diperlukan, Menteri dapat menetapkan LPTK sebagai penyelenggara PPG untuk bekerjasama dengan perguruan tinggi/fakultas yang memiliki program studi yang sama dengan bidang studi tersebut dan terakreditasi minimal B dan bila dalam wilayah tertentu tidak terdapat LPTK yang memenuhi syarat, Menteri dapat menetapkan LPTK yang memenuhi syarat sebagai LPTK induk penyelenggara PPG untuk bekerjasama dengan LPTK tersebut sebagai LPTK mitra.

a.      LPTK Penyelenggara

  1. Penetapan LPTK sebagai penyelenggara program PPG didasarkan atas hasil evaluasi dokumen usulan dan verifikasi lapangan yang dilakukan oleh tim yang ditugaskan Direktur Jenderal.
  2. Penetapan LPTK sebagai penyelenggara program PPG oleh Menteri berlaku untuk kurun waktu 3 (tiga) tahun.
  3. LPTK penyelenggara program PPG dievaluasi secara berkala oleh tim yang ditugaskan Direktur Jenderal.

b.      Kualifikasi

Kualifikasi akademik calon peserta didik program PPG sebagai berikut:

  1. S1 Kependidikan yang sesuai dengan program pendidikan profesi yang akan ditempuh;
  2. S1 Kependidikan yang serumpun dengan program pendidikan profesi yang akan ditempuh, dengan menempuh matrikulasi;
  3. S1/D IV Non Kependidikan yang sesuai dengan program pendidikan profesi yang akan ditempuh, dengan menempuh matrikulasi matakuliah akademik kependidikan;
  4. S1/D IV Non Kependidikan serumpun dengan program pendidikan profesi yang akan ditempuh, dengan menempuh matrikulasi;
  5. S1 Psikologi untuk program PPG pada PAUD atau SD, dengan menempuh matrikulasi.

c.       Seleksi dan Kuota

  1. Seleksi penerimaan peserta didik program PPG dilakukan oleh program studi/jurusan di bawah koordinasi LPTK penyelenggara.
  2. Hasil seleksi dilaporkan oleh LPTK penyelenggara kepada Direktur Jenderal.
  3. Kuota jumlah penerimaan peserta didik secara nasional ditetapkan Menteri.
  4. LPTK tidak diperkenankan menerima peserta didik program PPG di luar ketentuan
  5. Setiap peserta didik program PPG diberikan Nomor Pokok Mahasiswa (NPM) oleh LPTK sesuai dengan ketentuan yang selanjutnya dilaporkan kepada Direktur Jenderal.

d.      Kurikulum

  1. Struktur kurikulum program PPG berisi pendidikan bidang studi (subject specific pedagogy) dan Program Pengalaman Lapangan (PPL) Kependidikan.
  2. Dalam hal peserta didik berasal dari S1 Kependidikan yang mengintegrasikan PPL ke dalam kurikulumnya maka kurikulum program PPG berisi pemantapan bidang studi dan pendidikan bidang studi (subject enrichment and subject specific pedagogy) serta pemantapan PPL.

e.       Beban Belajar

  1. Beban belajar program PPG ditetapkan berdasarkan latar belakang pendidikan/keilmuan peserta didik program PPG dan satuan pendidikan tempat penugasan.
  2. Beban belajar untuk menjadi guru pada satuan pendidikan TK/RA/TKLB atau bentuk lain yang sederajat bagi lulusan S1 PGTK dan PGPAUD, adalah 18 (delapan belas) sampai dengan 20 (dua puluh) satuan kredit semester.
  3. Beban belajar untuk menjadi guru pada satuan pendidikan SD/MI/SDLB atau bentuk lain yang sederajat bagi lulusan S1 PGSD adalah 18 (delapan belas) sampai dengan 20 (dua puluh) satuan kredit semester.
  4. Beban belajar untuk menjadi guru pada satuan pendidikan TK/RA/TKLB atau bentuk lain yang sederajat bagi lulusan selain S1/D IV Kependidikan PGTK dan PGPAUD adalah 36 (tiga puluh enam) sampai dengan 40 (empat puluh) satuan kredit semester.
  5. Beban belajar untuk menjadi guru pada satuan pendidikan SD/MI/SDLB atau bentuk lain yang sederajat bagi lulusan S1/D IV Kependidikan selain S1 PGSD adalah 36 (tiga puluh enam) sampai dengan 40 (empat puluh) satuan kredit semester.
  6. Beban belajar untuk menjadi guru pada satuan pendidikan TK/RA/TKLB atau bentuk lain yang sederajat dan pada satuan pendidikan SD/MI/SDLB atau bentuk lain yang sederajat yang berlatar belakang lulusan S1 Psikologi adalah 36 (tiga puluh enam) sampai dengan 40 (empat puluh) satuan kredit semester.
  7. Beban belajar untuk menjadi guru pada satuan pendidikan SMP/MTs/SMPLB atau bentuk lain yang sederajat dan satuan pendidikan SMA/MA/SMALB/SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat, baik lulusan S1/D IV Kependidikan maupun lulusan S1/D IV Non Kependidikan adalah 36 (tiga puluh enam) sampai dengan 40 (empat puluh) satuan kredit semester.
  8. Lulusan S1 Kependidikan dan S1/D IV Non Kependidikan yang tidak sesuai dengan program PPG yang akan diikuti, harus mengikuti program matrikulasi.
  9. Dalam mengembangkan program PPG untuk lulusan S1 Kependidikan yang telah memadukan praktek pengalaman lapangan model terpadu, perlu memperhitungkan pengalaman belajar yang telah dicapai dan kebutuhan pemantapan bidang studi.

f.       Sistem Pembelajaran

  1. Sistem pembelajaran pada program PPG mencakup perkuliahan, praktikum, dan praktek pengalaman lapangan yang diselenggarakan dengan pemantauan langsung secara intensif oleh dosen yang ditugaskan khusus untuk kegiatan tersebut, dinilai secara objektif dan transparan.
  2. Perkuliahan, praktikum, dan praktek pengalaman lapangan program PPG dilaksanakan secara tatap muka dan berorientasi pada pencapaian kompetensi merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, menindaklanjuti hasil penilaian, serta melakukan pembimbingan dan pelatihan.
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 24, 2011 in Pendidikan

 

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: