RSS

KTSP

28 Mei

A.      PRINSIP PENGEMBANGAN KTSP

Kurikulum tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah dikembangkan oleh sekolah dan komite sekolah berpedoman pada standar kompetensi lulusan dan standar isi serta panduan penyusunan kurikulum yang dibuat oleh BSNP. Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip berikut:

1.         Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya

Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan.

2.         Beragam dan terpadu

Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, dan jenjang serta jenis pendidikan, tanpa membedakan agama, suku, budaya dan adat istiadat, serta status social ekonomi dan gender. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan pengembangan diri secara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi.

3.         Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni

Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni berkembang secara dinamis, dan oleh karena itu semangat dan isi kurikulum mendorong peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan secara tepat perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

4.         Relevan dengan kebutuhan kehidupan

Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha dan dunia kerja. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan pribadi, keterampilan berpikir, keterampilan sosial, keterampilan akademik, dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan.

5.         Menyeluruh dan berkesinambungan

Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan.

6.         Belajar sepanjang hayat

Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal dan informal, dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya.

7.         Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah

Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 B.       KELOMPOK MATA PELAJARAN

Dalam KTSP ada 5 kelompok mata pelajaran SMA adalah:

  1. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, tujuannya adalah membantuk siswa menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti atau moral sebagai perwujuda dari pendidikan agama.
  2. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian, tujuannya adalah meningkatkan kesadaran dan wawasan siswa akan status, hak, kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegaraa serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia. Kesadaran dan wawasan termasuk wawasan kebangsaan, jiwa patriotism bela Negara, penghargaan terhadap hak – hak asasi manusia, kemajemukan bangsa, pelestarian lingkungan hidup, kesejahteraan gender, demokrasi, tanggungjawab social, ketaatan pada hukum.
  3. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi, tujuannya adalah untuk mengenal, menyikapi, dan mengapresiasikan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta menanamkan kebiasaan berpikir dan berperilaku ilmiah yang kritis, kreatif dan mandiri. Selain hal tersebut, untuk jenjang SMA tujuannya juga adalah agar siswa memperoleh kompetensi lanjut ilmu pengetahuan dan teknologi serta membudayakan berpikir ilmiah secara kritis, kreatif dan mandiri.
  4. Kelompok mata pelajaran estetika, tujuannya adalah untuk meningkatkan sensitivitas, kemampuan mengekspresikan dan kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni. Kemampuan mengapresiasi dan mengekspresikan keindahan serta harmoni mencakup apresiasi dan ekspresi, baik dalam kehidupan individual sehingga mampu menikmati dan mensyukuri hidup, maupun dalam kehidupan kemasyarakatan sehingga mampu menciptakan kebersamaan yang harmonis
  5. Kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga dan kesehatan, tujuannya adalah  untuk meningkatkan potensi fisik serta membudayakan sikap sportif, disiplin, kerja sama, dan hidup sehat. Budaya hidup sehat termasuk kesadaran, sikap, dan perilaku hidup sehat yang bersifat individual ataupun yang bersifat kolektif kemasyarakatan seperti keterbebasan dari perilaku seksual bebas, kecanduan narkoba, HIV/AIDS, demam berdarah, muntaber, dan penyakit lain yang potensial untuk mewabah.

 C.       STRUKTUR KURIKULUM

 1.         Kurikulkum SMA Kelas X, terdiri dari 16 mata pelajaran, muatan local dan pengembangan diri.

2.         Kurikulum SMA/MA Kelas XI dan XII Program IPA, Program IPS, Program Bahasa, dan Program Keagamaan terdiri atas 13 mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri.

Muatan local disesuikan dengan ciri khas dan potensi daerah masing –masing. Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuholeh guru. Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Dan minggu efektif dalam 1 tahu pelajaran 34 – 38 minggu.

D.       PENGEMBANGAN SEKOLAH

Dalam mengembangkan sebuah sekolah ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antaralain adalah:

1. Rumusan lulusan yang akan dicapai

Hal yang harus dirumuskan adalah kemampuan yang akan dicapai siswa setelah mengikuti proses belajar mengajar. Oleh karena itu, harus diperhatikan antara lain:

–          Visi, Misi dan Tujuan sekolah

–          Standar kompetensi kelulusan

Dalam hal ini, harus diidentifikasi kekhasan dari sekolah, kemudian dianalisis dan disesuaikan dengan SDM.

2. Perumusan kompetensi/ kompetensi yang harus dimiliki oleh siswa.

3. Melakukan perencanaan kurikulum

Dalam perencanaan kurikulum, ada 4 komponen yang harus diperhatikan yaitu:

–       Perumusan tujuan belajar

Perumusan tujuan belajar diperlukan untuk meningkatkan kemampuan siswa sebagai anggota masyarakat, dalam mengadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan social, budaya dan alam sekitar.

Petunjuk dalam merumuskan tujuan pengajaran, yaitu tujuan harus:

  1. Mengandung unsur proses dan produk
  2. Bersifat spesifik dan dinyatakan dalam bentuk perilaku nyata
  3. Realitas dan mengandung pengalaman belajar
  4. Komprehensif dengan tujuan yang ingin dicapai oleh sekolah

–       Menetapkan bahan pelajaran/ materi pembelajaran

Menetapkan bahan pelajaran mencakup 3 komponen yaitu: ilmu pengetahuan, proses dan nilai – nilai. Penetapan bahan pelajaran harus dirinci dengan tujuan yang ingin dicapai oleh sekolah dan disesuaikan dengan perkembangan social masyarakat, ilmu pengetahuan dan teknologi.  Oleh karena itu, dalam penentuan bahan pelajaran harus diperhatikan signifikansi, kegunaan, minat, dan perkembangan manusia serta harus terorganisir dengan baik.

–       Metode mengajar

Dalam metode mengajar yang harus diperhatikan adalah pemilihan strageti mengajar. Untuk pemilihan strategi mengajar, hal – hal yang harus dipertimbangkan yaitu:

  1. Tujuan pengajaran yang ingin dicapai
  2. Bahan pelajaran yang akan diajarkan
  3. Jenis kegiatan belajar siswa yang diinginkan

–       Sumber belajar

–       Evaluasi

Evaluasi dilakukan secara bertahap berkesinambungan, dan bersifat terbuka. Dari evaluasi ini dapat diperoleh keterangan mengenai kegiatan dan kemajuan belajar siswa.

4. Pengembangan Silabus

Selain hal tersebut hal yang harus diperhatikan adalah Sarana dan prasaranan, juga guru.

–          Sarana dan Prasarana Minimal: 1) Setiap ruang kelas dilengkapi dengan sarana pembelajaran berbasis TIK; 2) Perpustakaan dilengkapi dengan sarana digital yang memberikan akses ke sumber pembelajaran berbasis TIK di seluruh dunia; dan 3) Dilengkapi dengan ruang multi media, ruang unjuk seni budaya, fasilitas olah raga, klinik, dan lain sebagainya.

–          Standar kompetensi guru, adalah:

  1. Kompetensi Pedagogik
  2. Kompetensi Kepribadian
  3. Kompetensi Sosial, dan
  4. Kompetensi Profesional

Selain hal tersebut, karakteristik guru untuk sekolah berstandar Internasional, tambahannya adalah: 1) Semua guru mampu memfasilitasi pembelajaran berbasis TIK; 2) Guru mata pelajaran kelompok sains, matematika, dan inti kejuruan mampu mengampu pembelajaran berbahasa Inggris; 3) Minimal 30% guru berpendidikan S2/S3 dari perguruan tinggi yang program studinya berakreditasi A untuk SMA/SMK/MA/MAK.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 28, 2012 in Pendidikan

 

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: